Rabu, 06 Januari 2010

Minggu, 29 November 2009 | 15:01 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Sudah dua kali dalam enam bulan ini, Burhanuddin harus mengganti kacamata. Bukan karena bertambah tebal-minusnya, melainkan lensanya pecah tertindih tubuhnya di tempat tidur. Pegawai swasta di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, ini biasa membaca buku. Jika mulai mengantuk, Burhan meletakkan buku dan kacamatanya di meja kerja di ujung ruang tidur. Tapi tak jarang dia terlelap saat masih berkacamata dan mendekap buku. Sampai kemudian kacamatanya tertindih tubuhnya sendiri. Agar "kecelakaan" tak terus terjadi, Murfi'ah, istri Burhan, meletakkan nakas atau meja kecil berukuran 40 x 40 sentimeter di samping tempat tidurnya. Dengan adanya nakas, Burhan tak perlu melangkah ke meja kerjanya untuk meletakkan kacamata dan buku. Kebetulan warna nakas itu senada dengan tempat tidur, "Cokelat kayu jati berukir," kata Burhan, Kamis lalu. Nakas (berasal dari bahasa Belanda) berarti lemari yang berada di dekat perabot utama dan merupakan pelengkap pasangan furnitur. Anggota Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Dwi Gawan Islandhi, mengatakan nakas berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan barang-barang, seperti lampu baca, buku, atau barang apa pun, yang membuat kita tidak harus turun dari tempat tidur. Ukuran nakas biasanya tidak terlalu lebar, sekitar 60 x 60 cm, atau lebih kecil lagi untuk ruang terbatas. Nakas biasanya dilengkapi laci atau tempat penyimpan di bagian bawahnya. Perabot pelengkap ini tidak hanya bisa diletakkan di samping tempat tidur. Ia juga bisa diletakkan di atas tempat tidur atau di bagian belakang kepala tempat tidur. "Bisa menyatu atau terpisah dari tempat tidur," kata Dwi. Perabot multifungsi itu pun bisa diletakkan di ruang lain, seperti ruang tamu. Bentuknya pun bermacam-macam. Ada yang berbentuk kotak lemari. Ada juga yang hanya berupa rak, segitiga, bulat, bahkan piramida. Modelnya pun aneka rupa, dari klasik sampai kontemporer, modern hingga minimalis. Harganya dari Rp 700 ribu hingga tak terbatas. Meski hanya untuk meletakkan barang-barang kecil, nakas mempengaruhi estetika sebuah ruang. Sehingga dalam pemilihan, menurut Dwi, harus disesuaikan dengan tema ruangan. Untuk ruangan bertema minimalis, hendaknya dipilih nakas bertema minimalis. Memang tidak ada aturan baku. Bahkan, asalkan pandai memadu-padankan meski tidak satu tema, nakas dengan tema berbeda dari ruang tidur tidak "merusak pemandangan". "Tapi lebih bagus kalau pemilihan nakas disesuaikan dengan tema ruangan," kata Dwi, Kamis lalu, di kantor HDII di Slipi, Jakarta. Selain tema, warna harus diperhatikan. Nakas di ruang tidur orang dewasa sebaiknya sama warnanya dengan tempat tidur, misalnya cokelat. Bentuk barang boleh berbeda. Sedangkan untuk kamar anak, tema barang sebaiknya senada, tapi warnanya boleh berbeda-beda dengan pilihan warna-warna cerah. Agar tampil cantik, di atas nakas bisa diletakkan side lamp, yang bisa menjadi titik sentral dalam pencahayaan, sehingga di malam hari akan memunculkan kesan eksotik. Pilihan lainnya adalah vas bunga yang artifisial, bunga potong, atau tanaman hias berukuran kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

klo mau pesan konfirm ksini dlu ya..