Jumat, 15 Januari 2010

Ular Selamatkan Satu Keluarga di Cina dari Kebakaran

Sabtu, 02 Januari 2010 | 08:38 WIB TEMPO Interaktif, Beijing - Seorang pria Cina yang merawat ular yang sekarat, telah diselamatkan oleh ular tersebut dengan membunyikan alarm saat rumah mereka nyaris terbakar. Pria tersebut, Yu Feng, dari Fushun, di provinsi Liaoning, Cina, menemukan ular hitam yang sekarat di luar rumahnya, seperti ditulis Liaosheng Evening Post. "Saya sembuhkan dengan obat-obatan herbal, dan dalam 20 hari ular itu pulih," katanya. Dia lalu mengembalikan ular itu ke gunung terdekat yang berjarak satu mil jauhnya untuk melepaskannya kembali ke alam bebas. Namun keesokan paginya ular itu kembali ke rumahnya. "Saya kemudian membebaskannya dua kali, namun selalu kembali," tambah Yu. "Orang-orang di sekitar saya mengatakan bahwa ular itu datang kembali untuk membayar kembali kebaikan hatiku, jadi aku menyimpannya." Ia menamai ular Long Long dan diadopsi sebagai hewan peliharaan. Suatu malam, ular itu menyelamatkan seluruh keluarga. Yu menjelaskan "Aku sedang tidur ketika tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang dingin di wajahku. Aku membuka mata dan itu Long Long. Dia tak pernah membangunkanku sebelumnya tapi aku begitu mengantuk, aku kembali tidur.” Tapi Long Long kembali meraih pakaian Yu dengan giginya dan mencambuk tempat tidur dengan ekornya. "Kemudian ia pergi ke tempat tidur ibu saya dan dicambuk pula tempat tidurnya dengan ekornya. Aku terbangun kemudian dan mencium bau sesuatu yang terbakar, dan melihat selimut listrik ibuku terbakar sehingga aku melompat bangun dan mematikannya." Ahli reptil setempat mengatakan ular tidak memiliki kecerdasan untuk bertindak dengan cara ini. Tetapi Yu percaya Long Long bertindak seperti itu untuk membayar kebaikannya karena menyelamatkan hidupnya sendiri.

Kamis, 14 Januari 2010

Jangan Ketinggalan Hipnotis Massal Malam Ini

Senin, 04 Januari 2010 | 20:29 WIB TEMPO Interaktif, London - Ribuan orang diperkirakan akan ambil bagian dalam sesi hipnotis massal di internet Senin (4/1) malam ini atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Hipnotis Chris Hughes akan mencoba untuk menetapkan rekor dunia untuk ribuan orang yang bersedia dihipnotis. hipnotisDia telah menerima pendaftaran lebih dari 6.300 orang ke acara SocialTrance melalui Facebook dan Twitter. Hughes, dari Banbury, Oxfordshire, kepada Sky News Online mengatakan semula dia hanya berpikir hanya beberapa orang yang akan tertarik. “Sejak saat itu ternyata jumlahnya jadi gila. Aku mendapatkan satu atau dua pendaftaran per menit dan orang-orang telah mendaftar dari 90 negara - dari Peru sampai Israel. Media sosial adalah cara baru untuk berkomunikasi. Ini merupakan cara sempurna untuk membantu mendidik dunia tentang hipnosis." Untuk bergabung dalam acara hipnotis massal ini, anda hanya perlu duduk di kursi yang nyaman, di depan sebuah komputer dengan koneksi internet yang dilengkapi pengeras suara atau headphone. Hughes ingin memastikan orang yang ikut untuk berada di tempat yang tenang dan tidak akan terganggu selama audio dalam saluran web nanti hidup terus. Acara akan dimulai pada pukul 8:30 malam waktu London di Indonesia sekitar 03.30 WIB. Acara akan berlangsung selama sekitar setengah jam. Dia mengatakan sesi ini dirancang untuk membantu orang mencapai tujuan mereka di tahun baru, apakah itu berhenti merokok, menurunkan berat badan atau mendapatkan kepercayaan. "Hipnotis memberi anda kemampuan untuk menerima saran-saran untuk perubahan. Ini adalah tentang mengubah program inti dari pikiran." Hughes menegaskan semua yang dilakukan aman. "Tidak perlu takut, itu sebenarnya perasaan santai dan benar-benar perasaan tenang.” Dia menambahkan bahwa sesi ini bukan tentang, Hughes mengendalikan orang. “Mereka akan bertanggung jawab, apakah mereka akan tetap tinggal di sesi ini atau tidak. Mereka bisa pergi kapan saja." Anak di bawah 18 tahun, orang-orang yang sedang hamil, menderita penyakit mental atau di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan tidak disarankan untuk ikut ambil bagian dalam acara ini. Orang yang mengidap epilepsi harus mencari nasihat dari dokter mereka jika mereka ingin bergabung.

Rabu, 06 Januari 2010

Minggu, 29 November 2009 | 15:01 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Sudah dua kali dalam enam bulan ini, Burhanuddin harus mengganti kacamata. Bukan karena bertambah tebal-minusnya, melainkan lensanya pecah tertindih tubuhnya di tempat tidur. Pegawai swasta di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, ini biasa membaca buku. Jika mulai mengantuk, Burhan meletakkan buku dan kacamatanya di meja kerja di ujung ruang tidur. Tapi tak jarang dia terlelap saat masih berkacamata dan mendekap buku. Sampai kemudian kacamatanya tertindih tubuhnya sendiri. Agar "kecelakaan" tak terus terjadi, Murfi'ah, istri Burhan, meletakkan nakas atau meja kecil berukuran 40 x 40 sentimeter di samping tempat tidurnya. Dengan adanya nakas, Burhan tak perlu melangkah ke meja kerjanya untuk meletakkan kacamata dan buku. Kebetulan warna nakas itu senada dengan tempat tidur, "Cokelat kayu jati berukir," kata Burhan, Kamis lalu. Nakas (berasal dari bahasa Belanda) berarti lemari yang berada di dekat perabot utama dan merupakan pelengkap pasangan furnitur. Anggota Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Dwi Gawan Islandhi, mengatakan nakas berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan barang-barang, seperti lampu baca, buku, atau barang apa pun, yang membuat kita tidak harus turun dari tempat tidur. Ukuran nakas biasanya tidak terlalu lebar, sekitar 60 x 60 cm, atau lebih kecil lagi untuk ruang terbatas. Nakas biasanya dilengkapi laci atau tempat penyimpan di bagian bawahnya. Perabot pelengkap ini tidak hanya bisa diletakkan di samping tempat tidur. Ia juga bisa diletakkan di atas tempat tidur atau di bagian belakang kepala tempat tidur. "Bisa menyatu atau terpisah dari tempat tidur," kata Dwi. Perabot multifungsi itu pun bisa diletakkan di ruang lain, seperti ruang tamu. Bentuknya pun bermacam-macam. Ada yang berbentuk kotak lemari. Ada juga yang hanya berupa rak, segitiga, bulat, bahkan piramida. Modelnya pun aneka rupa, dari klasik sampai kontemporer, modern hingga minimalis. Harganya dari Rp 700 ribu hingga tak terbatas. Meski hanya untuk meletakkan barang-barang kecil, nakas mempengaruhi estetika sebuah ruang. Sehingga dalam pemilihan, menurut Dwi, harus disesuaikan dengan tema ruangan. Untuk ruangan bertema minimalis, hendaknya dipilih nakas bertema minimalis. Memang tidak ada aturan baku. Bahkan, asalkan pandai memadu-padankan meski tidak satu tema, nakas dengan tema berbeda dari ruang tidur tidak "merusak pemandangan". "Tapi lebih bagus kalau pemilihan nakas disesuaikan dengan tema ruangan," kata Dwi, Kamis lalu, di kantor HDII di Slipi, Jakarta. Selain tema, warna harus diperhatikan. Nakas di ruang tidur orang dewasa sebaiknya sama warnanya dengan tempat tidur, misalnya cokelat. Bentuk barang boleh berbeda. Sedangkan untuk kamar anak, tema barang sebaiknya senada, tapi warnanya boleh berbeda-beda dengan pilihan warna-warna cerah. Agar tampil cantik, di atas nakas bisa diletakkan side lamp, yang bisa menjadi titik sentral dalam pencahayaan, sehingga di malam hari akan memunculkan kesan eksotik. Pilihan lainnya adalah vas bunga yang artifisial, bunga potong, atau tanaman hias berukuran kecil.