Sabtu, 25 Juli 2009
"Disappearing Crewmates - The Final Day of the Straw Hat Crew"
Zoro disappears as the real Bartholomew Kuma arrives at the battle. Luffy tell everyone to run, but Kuma catches up with Sanji, Usopp and Brook. Brook attempts to protect them, but also disappears. Sanji rages and attacks but gets pushed away and Usopp is the next one to disappear. Sanji rushes to attack again and vanishes as well. Luffy activates Gear Second, and runs to Kuma, but can't stop Kuma from sending Franky and Nami away. Kizaru is disappointed and say that he never trusts pirates. After a short conversation with Silvers Rayleigh that arouses Kizaru's suspicion, Kuma stand in front of Chopper. Chopper, in Monster Point, attacks Kuma and disappears. Luffy, in desperation, runs to save the last one, Robin, but Kuma is faster than him, use his power on Robin. Luffy falls and breaks down, distraught that he couldn't save his crew. Kuma bids Luffy goodbye and sends him away. The Straw Hat Pirates are completely defeated.
Nggak Percaya?, Meracik Bom Semudah Bikin Nasi Goreng
Rabu, 22 Juli 2009 | 05:54 WIB
bomTEMPO Interaktif, Jakarta - Bahan untuk bom yang diledakkan di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat pagi pekan lalu, bisa diselundupkan ke dalam hotel di antara dodol. Bahan peledak itu lalu dirakit di Kamar 1808 Hotel JW Marriott bak meracik nasi goreng.
Inilah perumpamaan Akhmad Rifai, pakar bom dari Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), tentang cara teroris memasukkan bomnya ke Marriott. Diketahui, hingga kini cara bom itu dimasukkan ke Kamar 1808 itu masih merupakan misteri.
Menurut Akhmad, peneliti BPPT yang menimba ilmu tentang bom dan bahan peledak di Jerman, hotel biasanya hanya menggunakan detektor logam untuk mencegah masuknya bom. Alat ini kurang awas. “Detonator yang cuma sepanjang 3,5 sentimeter dan diameter 2 milimeter jelas bisa lolos lewat atas meja bersama telepon genggam dan harta benda mengandung logam lainnya seperti gantungan kunci,” ujarnya.
Semudah itu pula meloloskan bahan peledak. Tanpa pemindai sinar-X seperti yang ada di bandara-bandara, bahan mirip dodol itu--padatan yang mudah dibentuk--bisa dikemas seperti makanan. ”Tinggal masukkan dalam stoples, di atasnya ditumpuk dengan kemasan plastik berisi makanan, pasta itu sudah sulit dibedakan,” katanya. ”Tidak semua petugas keamanan di hotel dan mal di Tanah air fasih dengan bentuk-bentuk detonator, bahan peledak, booster, dan komponen pendukung bom lainnya,” dia mengingatkan.
Sebenarnya anjing bisa dilatih untuk mengendus bahan peledak. Namun, ujar Akhmad, kepentingan pengunjung membuat hewan ini sering kali dianggap kurang produktif. “Istri saya, misalnya, lebih memilih tidak jadi masuk ke mal kalau melihat ada anjingnya,” kata Akhmad.
Bagaimana dengan kabel-kabel bom? Ini juga bisa diselundupkan dalam notebook. “Tinggal tukar baterai,” kata Akhmad lagi. Menurut dia, tidak perlu kabel panjang untuk merakit bom kembar. “Tidak sampai setengah meter. Sepuluh sentimeter juga cukup,” kata dia.
Sesampai di dalam kamar hotel, seluruh komponen tinggal dirangkai secara fisik. "Tidak perlu reaksi kimia. “Ini sangat mudah seperti bikin nasi goreng saja,” ujarnya.
You You Lahirkan Anak dari Sperma Beku
Sabtu, 25 Juli 2009 | 08:40 WIB
TEMPO Interaktif , Beijing - Untuk pertama kalinya, anak panda raksasa telah lahir di Cina dalam sebuah inovasi reproduksi. Binatang asal Cina ini terlahir dari sperma beku, papar ilmuwan negeri “Tirai Bambu”, yang diharapkan akan membantu menghindari punahnya spesies langka ini.
pandaAnak yang baru lahir Kamis (23/7) berasal dari sperma induknya yang sudah mulai langka. Panda yang baru lahir dari induk You You, merupakan panda betina di Wolong Giant Panda Research Center di barat daya Sichuan. Panda ini adalah panda kesepuluh yang diuji coba dalam fasilitas pembiakan ini. Namun ini kelahiran ketiga You-you yang sukses.
Peneliti Panda mengatakan, ini adalah kelahiran pertama yang berhasil hidup di seluruh dunia dengan menggunakan sperma beku panda. "Kami pernah melakukan sebelumnya dan gagal," kata Huang Yan, wakil penelitian teknisi dengan Cina pelestarian Panda Research Center.
Dia menolak untuk memberikan secara spesfik tetapi Tim Wolong telah meningkatkan teknik, membuat sperma beku sperma lebih bertahan hidup. Contoh Sperma beku menggunakan nitrogen cair, dan di masa lalu, hanya 20 sampai 30 persen dari sperma yang bertahan hidup. Tetapi kali ini, pengelolaannya bisa meningkatkan kelangsungan hidup menjadi sekitar 80 persen, "ujarnya.
Sperma panda bisa diambil pula dari panda jantan yang berada di Kebun Binatang di San Diego, Mexico City atau di tempat lain. Inilah yang akan menjadi kunci untuk meningkatkan populasi panda yang sehat karena terlalu banyak kawin sedarah dapat mengakibatkan kelahiran cacat, yang selanjutnya akan mengancam kelangsungan hidup dari spesies.
Teknik juga telah digunakan di Kebun Binatang di Amerika Serikat, termasuk di kebun binatang San Diego, di mana perempuan panda Hua Mei, dilahirkan pada tahun 1999 dengan menggunakan sperma dari Shi Shi, seorang panda jantan yang lahir di alam liar di Cina, "kata Yadira Galindo, juru bicarakebun binatang San Diego.
Panda adalah binatang yang terancam kehilangan habitatnya, karena rendahnya reproduksi. Panda betina di alam liar biasanya melahirkan sekali setiap dua atau tiga tahun.
Hanya sekitar 1.600 Pandas hidup di alam liar, terutama di Cina barat daya Provinsi Sichuan, yang terkena gempa bumi pada tahun lalu dan menewaskan hampir 70.000 orang. Selaligus merusakkan 120 tempat pemeliharaan dan Kebun Binatang, dan hanya sekitar 20 panda tinggal di kebun binatang di luar Cina.
MARAKNYA PIN BLACKBERRY KLONINGAN
BlackBerry dari pasar gelap dicari lantaran operator tak ssanggup. Sebuah selebrasi kecil “meledak” di tengah keramaian acara Indonesia Cellu-lar Show di Jakarta, Rabu lalu. Petasan kertas dan tepuk tangan riuh menarik perhatian para pengunjung.
Begitulah cara Axis, si bungsu di antara operator yang melayani BlackBerry, meluncurkan layanan BlackBerry. Sebagai awalan, Axis hanya menjual BlackBerry Javelin dan Bold. Tak jauh dari keriuhan pesta itu, sebuah antrean mengular. Ratusan orang rela menunggu berjam-jam di depan booth Nexian, sebuah vendor ponsel lokal. Lalu apa hubungannya dengan BlackBerry? Sebetulnya tak ada, kecuali sebuah handset mirip BlackBerry. Inilah yang membuat orang betah berdiri berjam-jam ditemani gadis-gadis cantik dibalut terusan mini.
“Modelnya persis BlackBerry, yang beda cuma atasnya,” kata Novianti Apsari, 27 tahun,salah seorang pengantre. “Harganya juga murah banget.” BlackBerry memang menjadi “wabah” di sini. Asli maupun tiruan, semua diburu. Pertumbuhannya mencengangkan (tentu saja takter masuk pengguna Nexian yang mirip BlackBerry itu).
Angka pengguna BlackBerry di Indonesia, menurut perkiraan, mencapai 300 ribu orang. Indosat pernah menyebutkan bahwa pertumbuhan pelanggan mereka mencapai 600 persen pada tahun lalu.
Meski bukan perangkat murah, demand terhadap BlackBerry tinggi sekali. “Sementara operator tidak bisa memenuhi kebutuhan itu,”kata Handono Warih, Manajer Broadband BlackBerry dan 3G XL. “Pengguna akhirnya berusaha mencari dari luar operator,
dan black market pun bermunculan.”BlackBerry dari pasar gelap inilah yang mengkhawatirkan. Tak ada yang bisa menghitung berapa jumlah yang beredar di sini.
Tapi sebuah angka mengejutkan terungkap dari Indosat. Sebanyak 80 persen pelanggan Indosat ternyata tak membeli handset dari operator, sebagaimana aturan yang ditetapkan Research in Motion (RIM), sang pembuat BlackBerry.
Bisa saja memang sebagian adalah handset yang dibeli dari luar negeri, tapi jelas bukan tak mungkin sebagian juga adalah handset dari pasar gelap.Salah satu dampak dari maraknya handset pasar gelap adalah terjadinya penggandaan PIN. Padahal PIN adalah kunci yang akan menghubungkan handset ke server RIM yang pada akhirnya membuat handset itu terhubung ke Internet.
Penggandaan PIN telah membuat RIM bertindak dan mensuspensi handset dengan PIN kloning. Masalahnya, pengguna yang membeli dari operator juga terkena getahnya. Mereka pun menjerit.
DEDDY SINAGA | KARTIKA CANDRA
India Bikin Granat dari Cabai
Sabtu, 27 Juni 2009 | 20:24 WIB
TEMPO Interaktif, Guwahati: Setelah bosan menjadikan cabai hanya sebagai bumbu dapur, baru-baru ini India melontarkan gagasan baru menjadikan bumbu dapur yang berasa pedas itu sebagai bahan granat tangan.
Gagasan itu disampaikan ilmuwan Departemen Pertahanan India, Kamis lalu. Rencananya, mereka akan mengganti bahan peledak dalam granat tangan dengan bubuk cabai terpedas di dunia, yakni bhut jolokia.
"Proyek itu sedang kami kerjakan saat ini, yakni bagaimana menggunakan cabai terpedas dalam aplikasi berbeda untuk memperkuat pertahanan," kata ilmuwan R.B. Srivastava.
Bubuk bhut jolokia, yang ditemukan di wilayah timur laut India, rencananya difungsikan sebagai bahan granat untuk mengatasi perusuh dan melumpuhkan para pembangkang tanpa harus membunuh mereka di negara itu.
Bhut jolokia dipilih karena cabai berwarna merah ini memiliki rasa yang sangat pedas, yakni seribu kali lebih pedas dibanding cabai biasanya yang digunakan di dapur. Berdasarkan hasil ukur dengan skala Scoville--skala yang digunakan untuk mengukur kadar panas dalam cabai--bhut jolokia menghasilkan sejuta unit panas. Dan panas yang tinggi ini bisa membuat lawan cepat terkejut.
Selain untuk granat, peneliti Departemen Pertahanan dan organisasi pembangunan India berencana menjadikan cabai ini sebagai food supplement untuk tentara yang bertugas di daerah dingin, guna meningkatkan suhu tubuh mereka.
Cabai ini juga akan dijadikan pelindung dari gangguan binatang, yakni dengan menyebarkan bubuk cabai pada pagar-pagar barak tentara. Bau pedas yang sangat menyengat akan membuat binatang enggan bertingkah.
Sabtu, 18 Juli 2009
Langganan:
Komentar (Atom)
